Cara CBIS memperbaiki kualitas produk dan
jasa agar perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif
Pendahuluan
Pada era Globalisasi yang sering juga disebut dengan “Borderless Region” atau “Era Cybernomics” memberikan konsekuensi pada tidak adanya pembatasan lalu lintas barang dan jasa antar wilayah atau kawasan. Dalam era tanpa batas ini kita betul-betul harus bisa memanfaatkannya dengan baik. Pada era ini persaingan menjadi semakin ketat. Oleh karena itu, untuk memberikan wawasan tentang bagaimana kita meningkatkan kualitas barang dan jasa, kita harus mengenal system yang telah digunakan oleh masyarakat salah satunya dengan menggunakan Computer Based Information System (CBIS).
Pembahasan
Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi.
Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
Manajemen kualitas adalah konsep yang menyatakan bahwa perusahaan dapat mencapai tingkat kualitas yang diinginkan pada proses produk dan jasa dengan mengikuti praktek-praktek manajemen fundamental. Menurut Juran, kualitas dapat disarikan menjadi 3 proses dasar :
1. Perencanaan Kualitas (Strategis) digunakan untuk mengidentifikasikan pelanggan, baik eksternal maupun internal.
2. Pengendalian Kualitas digunakan untuk memilih subyek pengendalian yang harus dikendalikan.
3. Perbaikan Kualitas digunakan untuk membuktikan bahwa penyelesaian tersebut efektif dalam kondisi operasi.
Untuk mendapatkan kualitas yang baik, bisa dicapai dengan meningkatkan penjualan dan biaya yang rendah, gabungan keduanya menghasilkan profitabilitas dan pertumbuhan.
Kesimpulan
Kualitas barang dan jasa menjadi sangat penting guna dapat berkiprah dalam persaingan global. Peningkatan kualitas barang dan jasa, baik milik koperasi, usaha kecil dan menengah, termasuk usaha besar menjadi sangat penting untuk terus menerus dilakukan guna dapat memenangkan persaingan dalam era tanpa batas ini.
Daftar Pustaka
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16955/4/Chapter%20II.pdf
Pendahuluan
Pada era Globalisasi yang sering juga disebut dengan “Borderless Region” atau “Era Cybernomics” memberikan konsekuensi pada tidak adanya pembatasan lalu lintas barang dan jasa antar wilayah atau kawasan. Dalam era tanpa batas ini kita betul-betul harus bisa memanfaatkannya dengan baik. Pada era ini persaingan menjadi semakin ketat. Oleh karena itu, untuk memberikan wawasan tentang bagaimana kita meningkatkan kualitas barang dan jasa, kita harus mengenal system yang telah digunakan oleh masyarakat salah satunya dengan menggunakan Computer Based Information System (CBIS).
Pembahasan
Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi.
Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
Manajemen kualitas adalah konsep yang menyatakan bahwa perusahaan dapat mencapai tingkat kualitas yang diinginkan pada proses produk dan jasa dengan mengikuti praktek-praktek manajemen fundamental. Menurut Juran, kualitas dapat disarikan menjadi 3 proses dasar :
1. Perencanaan Kualitas (Strategis) digunakan untuk mengidentifikasikan pelanggan, baik eksternal maupun internal.
2. Pengendalian Kualitas digunakan untuk memilih subyek pengendalian yang harus dikendalikan.
3. Perbaikan Kualitas digunakan untuk membuktikan bahwa penyelesaian tersebut efektif dalam kondisi operasi.
Untuk mendapatkan kualitas yang baik, bisa dicapai dengan meningkatkan penjualan dan biaya yang rendah, gabungan keduanya menghasilkan profitabilitas dan pertumbuhan.
Kesimpulan
Kualitas barang dan jasa menjadi sangat penting guna dapat berkiprah dalam persaingan global. Peningkatan kualitas barang dan jasa, baik milik koperasi, usaha kecil dan menengah, termasuk usaha besar menjadi sangat penting untuk terus menerus dilakukan guna dapat memenangkan persaingan dalam era tanpa batas ini.
Daftar Pustaka
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16955/4/Chapter%20II.pdf